Prediksi Kematian Melalui Uji Darah

21-Ilmuwan Prediksi kematian_shutterstockKEMATIAN adalah suatu keniscayaan, te­tapi benarkah tidak bisa diprediksi? Jawabannya sudah ditemukan oleh sejumlah ilmuwan di Findlandia dan Estonia, yang mengklaim bisa meramalkan kematian seseorang, setidaknya dalam periode lima tahun sebelum maut menjemput. Teknik yang mereka kembangkan berdasar pada uji darah, bertujuan untuk melihat biomarker, indikator biologi dalam darah yang menunjukkan abnormalitas. Penelitian itu menganalisis lebih dari 17.000 sampel darah dari orang-orang yang sudah meninggal dunia. Darah diambil ketika mereka masih hidup. Dalam riset yang diterbitkan oleh jurnal online PLOS Medicine, para ilmuwan menggunakan metode yang disebut NMR Spectoroscopy, untuk menemukan biomarker dengan cara memindai jumlah massa darah. Pemindaian itu berusaha menemukan empat indikator biologi darah yakni albumin, alpha-1-acid glycoprotein, citrate, dan mencari partikel lipoprotein berdensitas rendah. Keempat molekul itu bisa menjadi indikator kelemahan tubuh manusia. Molekul-molekul itu ada dalam darah setiap manusia. ”Biomarker-biomarker ini bisa menunjukkan besarnya risiko kematian seseorang akibat beragam jenis penyakit seperti penyakit jantung atau kanker,” kata Johannes Kettunen, pemimpin riset yang berasal dari University of Helsinki seperti dilansir Mashable. Kettunen dan rekan-rekannya juga menambahkan, ada faktor lain yang bisa menyebabkan kematian yakni usia, bobot, konsumsi tembakau, alkohol, dan kolesterol. (dedi/berbagai sumber)***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s