Asal Mula Terbentuknya Bebatuan di Bulan

22-Terbentuknya Bebatuan di BulanBERKAT data dari Moon Mineralogy Mapper (M3) milik NASA, para ilmuwan kini dapat menjelaskan asal mula terbentuknya bebatuan di sekitar kawah Bullialdus dan permukaan Bulan, tepatnya di kerak dan mantelnya. Informasi ini tentu banyak membantu para ilmuwan di seluruh dunia untuk menganalisis batu-batuan yang terdapat di puncak pusat kawah (norites). “Batu-batu di puncak pusat kawah itu termasuk ke dalam tipe yang biasa kami sebut sebagai norites. Kami menduga mereka terbentuk dari air magmatik yang mengalir di Bulan kala itu. Sayangnya, mereka mengkristal ketika magma naik dan tetap mengendap di bawah tanah,” kata Rachel Klima, ilmuwan dari Johns Hopkins University Applied Physics Laboratory di Maryland, Amerika Serikat (AS) seperti dikutip Softpedia. Kawah Bullialdus bukan merupakan satu-satunya lokasi jenis bebatuan ini ditemukan, tetapi kandungan batu ini dikombinasikan dengan kelimpahan air di daerah tersebut yang memungkinkan kita untuk mengukur jumlah air yang terkandung dalam batu ini. Selain itu, mereka juga menemukan bahwa kawah tersebut juga banyak mengandung hydroxyl yaitu molekul yang terdiri dari satu hidrogen dan satu atom oksigen. Diduga hydroxyl yang terikat dengan mineral magmatik itulah yang membentuk struktur permukaan kawah Bullialdus. Penemuan ini mematahkan asumsi para ilmuwan yang selama ini mengatakan bahwa jenis bebatuan di bulan itu ”kering” dan kalaupun dikatakan mengandung air di dalamnya maka itu merupakan hasil kontaminasi dari Bumi. (dedi/berbagai sumber)***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s