Baekeland, Penemu Plastik Tahan Panas

22-plastik_tahan_panasKITA pasti akrab dengan plastik. Penggunaannya sangat banyak di kehidupan kita, mulai dari peralatan rumah tangga, peralatan kantor, hingga peralatan olahraga. Siapakah penemu plastik? Plastik ada yang bersifat lunak (seluloid). Plastik jenis ini ditemukan oleh John Wesley Hyatt. Bahannya merupakan campuran dari selulosa nitrat dan kamfor yang dilarutkan dalam alkohol, kemudian menghasilkan pastik yang dinamakan seluloid. Seluloid ini mudah terbakar. Karena sifatnya yang kurang tahan terhadap panas, plastik ini digantikan oleh plastik jenis lain yang sering kita temui sekarang yaitu bakelit. Plastik yang tahan panas ini ditemukan pertama kali oleh Leo Hendrik Baekeland, seorang ahli kimia warga Amerika berkebangsaan Belgia. Bakelit, yang penamaannya diambil dari nama Baekeland ini sebenarnya bukanlah temuan yang pertamanya karena sebelumnya ia sudah menemukan kertas foto yang dinamakan Velox. Tahun 1889, dia kuliah di Universitas Ghent. Baekeland bekerja di perusahaan fotografi. Saat itu, untuk mencetak gambar negatif film pada kertas harus menggunakan sinar matahari. Hal itu tidaklah praktis. Baekeland menciptakan kertas foto yang dinamakan Velox. Dengan kertas ini, tanpa sinar matahari pun film dapat diproses dan sebagai pengganti sinar matahari adalah dengan menggunakan lampu. Tahun 1905, Baekeland mulai mengadakan penelitian di Yonkers, New York. Baekeland mereaksikan dua jenis bahan kimia yaitu formaldehid (H2CO), yaitu sejenis bahan pengawet dan fenol (C6H5OH), sejenis bahan pembasmi kuman. Dia memanaskan, mengontrol suhu dan tekanannya. Alhasil, terbentuklah suatu bahan baru yang dapat dibengkokkan, dipilin, dan dibuat berbagai bentuk. Ia menamainya bakelite. Bakelit merupakan kopolimer, yaitu polimer hasil reaksi monomer-monomer yang lebih dari satu jenis. Polimer merupakan senyawa dengan massa molekul besar yang terbentuk dari gabungan molekul-molekul sederhana (monomer-monomer). Tahun 1910, Baekeland mendirikan pabrik plastik. Plastik tahan panas ini mulai diperkenalkan kepada masyarakat umum. Awalnya plastik digunakan untuk membuat kotak radio, kancing, bola biliar, dan beberapa jenis barang lainnya. Tetapi, berbeda dengan sekarang, dimana hampir semua barang yang kita temui terbuat dari plastik. (dedi/berbagai sumber)**

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s