Lalat Pemakan Sperma

21-lalat_pemakan_sperma LALAT ullidiid (Euxesta bilimeki) memiliki perilaku unik, yaitu memakan sperma! Perilaku tersebut mungkin dianggap menjijikkan. Namun, perilaku tersebut benar-benar nyata. Ilmuwan baru-baru ini mengungkap perilaku itu terkait dengan penolakan betina terhadap pejantan. Layaknya manusia, hewan juga punya “jodoh” pilihan. Manusia laki-laki sibuk meyakinkan perempuan pujaannya bahwa dia memang calon suami terpilih. Hewan pejantan pun perlu meyakinkan betina bahwa dia memang pantas mengawininya. Beberapa spesies menunjukkan secara langsung upaya menarik betina dan penolakan atau penerimaan yang dilakukan oleh betina. Namun, beberapa spesies lain tidak. Pada spesies burung, mamalia, dan serangga, di mana pembuahan berlangsung di dalam tubuh, pemilihan pasangan kadang tak tampak. Dalam kasus tertentu, betina terpaksa rela dibuahi pejantan yang “ngebet”. Inilah yang terjadi pada spesies E bilimeki. Christian Luis Rodriguez-Enriquez dan rekannya dari Institute for Ecology di Vera Cruz, Meksiko, melakukan pengamatan pada 74 pasang E bilimeki. Mereka ingin mengetahui alasan mengapa betina lalat ini memakan sperma. Hasil penelitian menunjukkan, semua betina yang diteliti mengeluarkan sperma yang “disetor” pejantan. Kemudian, paling tidak mereka memakan sebagian dari sperma yang dikeluarkan. Dalam observasi yang lebih detail, seperempat betina yang dobservasi mengeluarkan seluruh sperma dari pejantan. Hal ini berarti, semua benih dari pejantan dikeluarkan. Pejantan yang mengawini tak punya kesempatan untuk mendapatkan keturunan. Dilansir National Geographic, analisis ilmuwan mengungkap bahwa tujuan betina mengeluarkan sperma adalah menolak benih dari pejantan yang mengawininya. Menurut peneliti, betina membiarkan pejantan mengawininya karena sudah malas dengan ajakan si pejantan. Sperma yang kaya protein kemudian dimakan setelah dikeluarkan sebagai kompensasi atas tenaga yang sudah dikeluarkan sepanjang proses perkimpoian. Sebelumnya, peneliti memperkirakan bahwa perilaku makan sperma terkait dengan pertahanan hidup. Namun, anggapan itu tak sepenuhnya benar. (dedi/berbagai sumber)**

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s