Fungsi Kumis Pada Tubuh Kucing

30-tahukah_fungsi_kumis_pada_kucingKUMIS kucing memiliki pola unik yang berbeda pada satu kucing dengan lainnya, layaknya sidik jari pada manusia. Kumis pada semua kucing memiliki fungsi yang sama yakni sebagai mekanisme sensoris yang sangat penting. Pentingnya kumis ini terletak pada kenyataan bahwa mereka berakar ke dalam folikel yang dikelilingi oleh jaringan otot yang sangat kaya akan sel saraf dan sel-sel sensorik. Sel-sel saraf pada akar ini kemudian terhubung ke area khusus dari otak kucing. Kerusakan pada kumis kucing tidak hanya menyebabkan kucing menjadi tidak nyaman, tetapi juga membuat mereka menjadi bingung dan kehilangan arah. Fungsi utama kumis kucing adalah untuk bekerja sebagai sistem pemindaian (scanning) lingkung¬an. Yang menarik, kucing tidak perlu menyentuh objek dengan kumis mereka untuk mendeteksi ob¬jek. Saraf di dasar kumis bahkan cukup sensitif untuk mendeteksi gerakan kecil udara yang meng¬getar¬kan kumis. Mereka begitu sensitif, kucing dapat mendeteksi gerakan udara dalam ruangan, seperti udara yang mengalir di sekitar perabotan, yang memungkinkan kucing tahu ada objek di sana, bahkan ketika keadaan sedang gelap gulita. Oleh karena itu, nama ilmiah untuk kumis kucing adalah “vibrissae” yang mengisyaratkan sensitivitas mereka untuk getaran dalam arus udara. Kucing yang mengalami kebutaan akan mengandalkan hampir sepenuhnya pada kumis mereka untuk menentukan arah dan mengetahui benda-benda di sekitarnya. Fakta juga menunjukkan bahwa kumis kucing penting untuk keseimbangan kucing. Tanpa kumis, kucing akan mengalami kesulitan untuk sekedar berjalan lurus apalagi ketika mereka berlari. Mereka juga cenderung akan salah menilai jarak ketika akan melompat sehingga sering terjatuh serta kadang-kadang suka berlari ke arah benda-benda dengan tidak terarah. Kucing memiliki semacam mekanisme pertahanan untuk melindungi kumisnya dari kerusakan. Ketika kucing sedang marah atau akan berkelahi, kumis akan ditarik masuk untuk menghindari kerusakan akibat perkelahian. Kucing juga memiliki kemampuan untuk menumbuhkan kumisnya yang rusak, asalkan folikel kumisnya sendiri tidak rusak. (dedi/berbagai sumber)**

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s