Mesin Fotokopi Awalnya Tidak Diminati

30-mesin_foto_copy3PENEMUAN mesin fotokopi diawali oleh penelitian yang sangat panjang. Penemu sistem Xerography, Chester Carlson, mengawali pekerjaannya sebagai penyalin dokumen paten di sebuah perusahaan analisis paten. Carlson berpikir untuk mempercepat pekerjaannya, yaitu dengan membuat sebuah alat yang bisa mencetak dokumen secara berulang-ulang. Ia pun membaca berbagai referensi menge¬nai mesin cetak. Akhirnya, ia menemukan konsep elektrofotografi, yang kita kenal sebagai mesin foto¬kopi. Pada 1938, ia membuat eksperimen yang memanfaatkan bubuk jelaga (karbon) dan penyinaran cahaya dan memindahkan suatu tulisan dari sebuah medium ke medium yang lain. Ia juga menggu¬nakan konsep yang disebut photo-conductivity, sebuah proses perubahan elektron jika terkena caha¬ya. Carlson menciptakan proses mengkopi dengan menggunakan energi elektrostatik, yaitu xeno¬graphy. Proses ini tidak melibatkan cairan kimia. Teknik ini dipatenkan pada 6 Oktober 1942. Meski sangat berguna, mesin elektrofotografi ini tidak diminati banyak orang, karena dianggap tidak memili¬ki masa depan yang menjanjikan. Chester harus berjualan konsep bertahun-tahun lamanya agar me¬sin fotokopi itu bisa dijual di pasaran. Berbagai perusahaan besar seperti Kodak, IBM dan General Electric, menolak temuan itu. Setelah hampir putus asa, Chester mendapat mitra pertama Batelle Memorial Institute, yang bersedia memodali dengan dana dan usaha. Mereka berhasil meyakinkan perusahaan Haloid Corporation, New York yang menjual kertas foto untuk menjadi mitranya dalam mengembangkan temuannya. Haloid Company mengubah nama mesin fotocopy pertama elektrofoto¬grafi dengan nama Xerography. Xerography menjadi komersial setelah diadopsi oleh Xerox Corporation. Mesin fotokopi otomatis pertama yang menggunakan proses xenography dinamai Xerox 914, merujuk pada kemampuan mesin dalam mengkopi kertas dengan ukuran 9 inci x 14 inci (229 mm x 356 mm). Xerox 914, yang dapat mengkopi hingga 100 ribu kertas per bulan, sangat populer di kalangan masyarakat pada masa itu. Produk ini menyumbang pendapatan perusahaan hingga 60 juta dolar AS. Kesuksesan itu membuat perusahaan memutuskan untuk mengubah namanya dari Haloid menjadi Xerox pada 1958. Hingga kini Xerox merupakan perusahaan mesin fotokopi dan printer terkemuka di dunia. (dedi/berbagai sumber)***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s