Dulu, Kacamata tidak memiliki tangkai

kacamata2KACAMATA bukan lagi sekadar alat bantu membaca, tetapi sudah berkembang menjadi bagian dari mode dan gaya. Banyak orang menggunakan kaca mata untuk melindungi mata dari pancaran langsung sinar matahari, tetapi banyak juga yang menggunakannya agar penampilan lebih oke. Tahukah anda kapan kacamata ditemukan dan bagaimana perkembangan tampilan kaca mata sejak ditemukan hingga seperti bentuknya yang sekarang? Konon, Kaisar Nero (37-68 Masehi) dulu biasa menggunakan kaca pembesar untuk melihat pertandingan gladiator. Ketika itu, kaca pembesar yang digunakan Nero adalah batu permata yang diasah khusus menjadi semacam lensa. Teori tentang mata yang berkembang hingga abad 10 menyebutkan bahwa mata mengeluar-kan semacam sinyal atau pancaran untuk mendeteksi benda-benda yang ada di sekitarnya. Teori itu baru dipatahkan oleh Alhazen atau lengkapnya Abu Ali Al-Hasan Ibnu Al-haytham (965-1039) dengan menyebutkan bahwa manusia melihat karena adanya cahaya terang yang masuk ke dalam bola mata. Alhazen pun menjelaskan kegunaan lensa untuk perbesaran dalam melihat obyek. Ahli matematika Arab ini merupakan pakar pertama yang melakukan penelitian menyeluruh tentang mata. Tetapi, penelitian tersebut tidak terlalu diperhatikan hingga abad ke-13 seorang rahib Inggris bernama Roger Bacon (1214- 1294) mengembangkan penelitian itu. Pembuatan kacamata modern diprakarsai Salvino d’Armato yang memperkenalkan karyanya di Florence, Italia, tahun 1268. Kacamata tersebut tidak memiliki tangkai yang melekat di kedua sisi wajah pemakai. Kacamata karya Salvino diletakan di pangkal hidung dan harus diseimbangkan sendiri oleh pemakai. Tangkai kacamata baru diperkenalkan pada abad ke-18 di Paris, Prancis. Tangkai tersebut masih berukuran pendek dan sekadar menjepit ke dua sisi kepala. Tangkai kacamata dengan ukuran menjangkau telinga pemakai baru dibuat tahun 1727 oleh seorang ahli mata Inggris, Edward Scarlett. Kacamata fokus ganda untuk membantu melihat jarak jauh dan jarak dekat dipercaya ditemukan tahun 1784 oleh ilmuwan besar Amerika Serikat Benjamin Franklin (1706-1790). Belakangan terbukti bahwa temuan tersebut dilakukan oleh Samue Pierce asal Inggris tahun 1775. (dedi/berbagai sumber)**

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s